Peraturan Hukum Terbaru

Sebanyak 58.054 keluarga terdampak pandemi virus Corona atau COVID-19 akan mendapat bantuan sosial tunai Rp 600 ribu. Setiap keluarga akan dapat bantuan untuk tiga bulan ke depan.

"Jumlah keluarga di Brebes yang mendapat bantuan tunai ini sebanyak 58.054 KK. Mereka ini mendapat bantuan tunai dari Kemensos Rp.600 per KK," ujar Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Brebes, Idza Priyanti, di sela pemantauan proses pencairan bantuan di Kantor Pos Brebes, Jumat (8/5/2020).

Jumlah keluarga penerima itu, kata Idza, merupakan keluarga yang masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial. Bantuan ini bisa dicairkan di kantor-kantor pos dan kantor bank yang ditunjuk "Para penerima bantuan ini adalah mereka yang terdampak COVID-19. Mereka akan menerima bantuan tunai selama 3 bulan, April, Mei dan Juni. Pembayaran hari ini adalah untuk bulan April kemarin. Dan bantuan bulan Mei diberikan nanti pada akhir Mei. Untuk Juni di bulan Juni," beber Idza.

Selain dari Kemensos, warga terdampak pandemi virus Corona juga akan mendapat bantuan tunai dari desa masing-masing. Penerima bantuan dari desa ini khusus bagi warga yang tidak mendapat bantuan dari Kemensos.

"Jadi kalau ada yang tidak mendapat bantuan dari Kemensos, akan dapat dari desa. Jumlahnya sama," lanjutnya.

Kepala Kantor Pos Brebes, Omai Gunawan menambahkan, tidak semua pembayaran bansos bagi warga terdampak pandemi virus Corona di lakukan di kantor pos. Dari 58.054 KK penerima bantuan ini, yang bantuannya dicairkan melalui kantor pos sebanyak 50.943 KK dan sisanya 7.111 KK dicairkan melalui kantor bank yang ditunjuk.

"Mekanismenya, mereka yang mengambil sudah mendapat surat pemberitahuan melalui desa atau kelurahan. Kemudian datang ke kantor pos dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga. Jadi boleh diwakilkan pengambilannya oleh orang yang ada dalam KK itu," jelas Omai.

Salah seorang penerima bantuan sosial, Lusi Febrianti (20) mengaku akan membelanjakan uang tersebut untuk membeli sembako. Sejak terjadi pandemi virus Corona, Lusi mengaku jarang mendapat penghasilan karena suami menganggur.

"Sudah dua bulan suami menganggur. Dia kuli bangunan tidak ada pekerjaan karena pemerintah tidak mengeluarkan IMB," ucapnya.